Analisis Perubahan Lingkungan Perusahaan

Key Point :
:: Analisis Turbulensi Lingkungan
:: Analisis Agresivitas Strategik
:: Konsep Rekayasa Ulang

A. Permasalahan
Salah satu cara mengetahui kinerja perusahaan adalah dengan melihatnya dari sisi bagaimana manajemen perusahaan merespon kondisi lingkungan internal dan eksternalnya dengan menggunakan tolok ukur tertentu sehingga diketahui tingkat turbulensinya, tingkat kesiapan perusahaan untuk mengantisipasinya serta bagaimana seharusnya perusahaan melakukan rekayasa ulang.

B. Analisis Turbulensi
Menurut Igor Ansoff dan Edward J. Mc. Donnell kinerja petensial perusahaan dikatakan optimal bila tiga kondisi berikut ini terpenuhi :

1. Agresivitas strategi dari perilaku bisnis perusahaan harus sesuai dengan turbulensi lingkungannya
Turbulensi lingkungan merupakan suatu kumpulan ukuran dari suatu keterubahan (changeability) dan keterdugaan (predictability) atas lingkungan perusahaan.
Changeability terdiri atas kompleksitas lingkungan dan kebaruan relatif dari tantangan berlanjut yang dihadapi perusahaan dalam lingkungannya.
Predictability terdiri atas kecepatan perubahan, yaitu rasio kecepatan di mana tantangan berganti dalam lingkungan dengan kecepatan respons perusahaan dan kejelasan masa depan, dimana ketepatan dan kesesuaian informasi tentang masa depan berperan penting.

2. Daya tanggap perusahaan harus sesuai dengan agresivitas strateginya
Data tanggap perusahaan dimulai dari level 1, yaitu : custodial, daya tanggap perusahaan cenderung pasif, level 2, yaitu production, perusahaan mengutamakan orientasi pada produksi, level 3, yaitu marketing, perusahaan berorientasi ke pasar, level 4, yaitu strategic, perusahaan dimotivasi oleh lingkungan yang lebih luas, dan level 5 flexible, perubahan yang kreatif yang menghasilkan perubahan yang orisinil

3. Komponen kemampuan perusahaan harus saling mendukung satu dengan yang lainnya.
Mengoptimalkan pencapaian tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Komponen – komponen perusahaan tersebut dilihat dari beberapa sisi. Yaitu : ikliim (kemampuan untuk merespon), kompetensi (kesanggupan untuk merespon) dan kapasitas (jumlah yang dapat direspon).

Mendiagnosa strategi perusahaan hendaknya mengikuti prosedur yang digariskan. Prosedur tersebut adalah sebagai berikut :
a. Membagi lingkungan perusahaan menjadi beberapa area bisnis yang berbeda yang memiliki tingkat turbulensi yang berbeda pula.
b. Tentukan rentang waktu untuk diagnosa turbulensi.
c. Menentukan tingkat turbulensi untuk tiap area bisnis untuk masa dating.
d. Mengulang prosedur nomor (c) di atas untuk menentukan tingkat turbulensi saat ini.
e. Menentukan agresitivitas dan daya respons perusahaan untuk keberhasilan di masa depan.
f. Menentukan agresitivitas dan daya respon perusahaan saat ini dan masa datang.
g. Membuat profil agresivitas dan daya respon perusahaan saat ini dan masa dating.

.:: Analisis Turbulensi Lingkungan ::.

Analisis ini akan menghasilkan suatu profil turbulensi (hal-hal yang sulit dikendalikan yang bersifat mengacaukan) lingkungan perusahaan yang dinyatakan dalam nilai di mana semua responden akan diminta penilaian atau pandangannya atas apa yang terjadi di dalam lingkungan usahanya. Variabel dan descriptor untuk mengkaji turbulensi lingkungan seperti di bawah ini :

a. Perubahan ( Changeability )
1. Kompleksitas lingkungan
2. Kebaruan relative
b. Perkiraan ( Predictability)
1. Kecepatan Perubahan
2. Kejelasan masa depan
c. Atribut lainnya
1. Diferensiasi strategi pemasaran
2. Frekuensi strategi pemasaran baru
3. Tekanan oleh pelanggan
4. Permintaan kapasitas industry
5. Tekanan oleh environmentalis
6. Tekanan oleh pemerintah
7. Diferensiasi produk
8. Frekuensi produk baru
9. Product life cycle (PLC)
10. Tingkat perubahan teknologi (TPT)
11. Diversity of competing technology (DCT)
12. Faktor kesuksesan pemasaran
13. Factor kesuksesan inovasi

Responden = { A, B, …., …. }
Nilai Responden = skala 1 s/d 5

.:: Rekayasa Ulang ( Re-engineering) ::.

Pembenahan internal perusahaan sebagai antisipasi terhadap kondisi turbulensi lingkungan di atas dapat dilakukan dengan menetapkan rekayasa ulang (re-engineering). Menurut Warren Bennis dan Michael Mische, Rekayasa Ulang didefinisikan sebagai suatu penataan ulang perusahaan secara radikal dengan menantang atau mempertanyakan doktrin, praktek, dan aktivitas yang ada lalu secara inovatif menyebarkan kembali modal dan sumber daya manusianya ke dalam proses lintas fungsi. Penataan ulang ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan : posisi bersaing perusahaan, nilai perusahaan bagi para pemegang saham dan kontribusi perusahaan pada masyarakat.
Beberapa contoh aktivitas yang mencirikan rekayasa ulang antara lain : inovasi, pemahaman mengenai harapan dan keluhan pelanggan, proses belajar yang terus menerus, penciptaan ide-ide yang cemerlang, merancang paradigm baru, usaha untuk mengungguli pesaing dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Manfaat rekayasa ulang beberapa diantaranya adalah :
1. Peningkatan produktivitas
2. Pengoptimalan nilai bagi para pemegang saham
3. Pencapaian hasil yang luar biasa
4. Pengkonsolidasian fungsi-fungsi
5. Pengurangan kegiatan yang tidak perlu

Unsur – unsur pokok rekayasa ulang mempunyai 5 unsur, yaitu :
1. Visi yang berani
2. Rancangan yang sistematik
3. Maksud dan mandat yang jelas
4. Metodologi yang spesifik
5. Kepemimpinan yang efektif

Oleh karena itu, rekayasa ulang hendaknya dirancang dengan cara yang terstruktur dan formal. Namun perlu diketahui bahwa tidak ada metodologi yang standar yang dapat digunakan dalam setiap situasi yang mungkin timbul selama berlangsungnya proses rekayasa ulang yang kompleks tersebut. Aplikasi setiap metodologi adalah khas untuk organisasi tertentu. Untuk yang bersifat umum dibagi atas lima tahapan, yaitu :

 Tahap 1 : Menciptakan visi dan menetapkan tujuan
 Tahap 2 : Benchmarking dan mendefinisikan keberhasilan
 Tahap 3 : Melakukan inovasi proses
 Tahap 4 : Mentransformasikan organisasi
 Tahap 5 : Memantau proses yang direkayasa ulang

Setiap tahap mempunyai sasaran, target, tugas dan hasil akhir yang berbeda-beda. Karena proses rekayasa ulang harus merefleksikan kebutuhan organisasi yang spesifik maka tidak ada batas waktu dalam penyelenggaraan setiap tahapan. Pedoman untuk rekayasa ulang yang sukses adalah :

• Berpikir secara luas, berani, dan terbuka.
• Mencermati proses pada seluruh lini organisasi
• Menantang semua doktrin dan proses tradisional dan menciptakan yang baru
• Menetapkan hasil yang diinginkan.
• Menghubungkan berbagai aktivitas dalam proses yang bersamaan bukan dalam tugas berurut.
• Berdayakan karyawan untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan pelanggan dan proses yang mereka hadapi.
• Memandang setiap lokasi organisasi sebagai suatu kesatuan tunggal.
• Pusatkan perhatian pada nilai yang berasal dari setiap proses , bukan pada tugas perorangan yang membentuk proses tersebut.
• Pergunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan
• Berfokus pada masalah masalah utama yang akan dipecahkan
• Ciptakan tim lintas fungsi yang terdiri dari orang-orang yang tepat dan mempunyai kemampuan yang tinggi. Bila perlu gunakan sumber daya eksternal seperti konsultan.
• Realistislah terhadap kemampuan yang ada. Rekayasa ulang itu sulit, radikal dan sangat berarti.

2 thoughts on “Analisis Perubahan Lingkungan Perusahaan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s