Perencanaan Perusahaan

Proses Perencanaan

Beberapa pendekatan dalam proses pembuatan suatu rencana perusahan dapat dikategorikan ke dalam beberapa alternatif :

1. Pendekatan atas bawah (Top Down)

Pendekatan ini dilakukan oleh pimpinan perusahaan (organisasi ). Untuk organisasi di bawahnya hanya melaksanakan apa saja yang yang telah direncanakan. Untuk perusahaan yang menganut penyebaran kewenangan (desentralisasi), pimpinan puncak memberikan pengarahan dan petunjuk kepada pimpinan cabang atau sejenisnya agar menyusun rencana yang nantinya akan ditinjau dan dikoreksi oleh pimpinan puncak sebelum disetujui dan direalisasikan.

2. Pendekatan bawah atas (Down Top)

Pendekatan inin dilakukan pimpinan puncak dengan memberikan gambaran situasi dan kondisi mengenai misi, tujuan, sasaran dan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk kemudian memberikan kewenangan kepada manajemen tingkat bawah untuk menyusun rencana.

3. Pendekatan campuran

Melalui pendekatan ini pimpinan memberikan petunjuk perencanaan organisasi secara garis besar, sedangkan rencana detailnya diserahkan kepada kreatifitas unit perusahaan dengan tetap mematuhi peraturan yang ada.

4. Pendekatan kelompok

Melalui pendekatan ini, perencanaan perusahan dibuat oleh tenaga ahli perusahaan. Biasanya dibentuk suatu biro khusus yang melakukannya.

Fungsi Perencanaan

Produk dari perencanaan adalah rencana atau rencana – rencana. Rencana sangat bermanfaat bagi perusahaan. Terdapat 6 fungsi utama rencana atau perencanaan manajemen suatu perusahaan.

1. Penerjemah kebijakan umum

Kebijakan umum perusahaan memerlukan suatu tahap penterjemahan agar menjadi lebih konkret, jelas, komprehensif, dan bertahap.

2. Perkiraan yang bersifat ramalan

Perencanaa berhubungan dengan masa depan bukan ke masa lalu. Masa depan harus ramalkan dengan analisis ilmiah serta didasarkan fakta dan data masa lalu hingga sekarang.

3. Berfungsi ekonomi

Karena sumber daya yang terbatas, penggunaan sumber daya pelu diperhitungkan secara matang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Memastikan suatu kegiatan

Agar pencapaian tujuan dapat dilaksanakan dengan baik perlu disusun rencana yang mengatur kewajiban dan hal, tugas dan wewenang mereka.

5. Alat koordinasi

Membuat koordinasi dalam kegiatan fungsi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dengan rencana kerja. Dengan alat ini setiap orang mengetahui tugas, tanggung jawab, bagaimana kaitan pekerjaannya, kapan dan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan.

6. Sarana pengawasan

Untuk diketahui oleh manager apakah suatu kegiatan telah berjalan pada rule-nya, mengukur apakah realisasi telah sesuai atau belum. Pengawasan dan pengendalian disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s