Nilai Teknologi Informasi Bagi Aktifitas Bisnis

Organisasi yang akan memutuskan untuk menggunakan sistem dan teknologi tertentu dalam operasi bisnis, sangat dianjurkan untuk meneliti terlebih dahulu sistem yang akan digunakan.

Pertama, menilai aliran informasi bisnis. Apakah suatu bisnis mempunyai aliran informasi yang memungkinkan organisasi bisnis tersebut menjawab pertanyaan berat tentang apa yang pada bisnis proses perusahaan.

Apa sebenarnya yang merupakan faktor kompetitif? Baca lebih lanjut

Iklan

Konsep Operasi Terkomputerisasi

Saat ini pencurian dan penyerangan data – data penting perusahaan telah menjadi permasalahan serius. Perusahaan dituntut untuk senantiasa bertanggung jawab atas manajemen data yang dimiliki oleh setiap individu. Pengambilan data secara ilegal saat ini tidak saja dilakukan oleh pihak eksternal namun juga dilakukan oleh pihak internal. Untuk mencegah kejadian tersebut, diperlukan solusi yang tidak sekedar mengedukasi moralitas setiap individu perusahaan. Diperlukan pula operasi berbasis server yang mampu mengurangi biaya operasional pengelolaan jaringan, mampu mengurangi beban manajemen melalui sistem manajemen terpusat sehingga terwujud sebuah standar operasional dan keamanan yang solid serta aman.

Sudah saatnya perusahaan mulai melangkahkan kaki untuk menggunakan konsep ini. Aplikasi yang menggunakan sistem berbasis client server mulai ditinggalkan. Sistem telah beralih menuju konsep web based. Konsep ini telah didengungkan sejak awal tahun 1990-an saat jaringan dan internet belum memiliki peranan yang penting. Dengan web based berarti aplikasi telah menggunakan server yang bertugas memberikan layanan kepada user untuk mengakses aplikasi yang di-load di dalamnya. Dan user juga tidak perlu tahu dimana aplikasi tersebut dijalankan.

Banyak pihak yang masih memiliki kebiasaan menyimpan data penting ke dalam server ataupun komputer personal internal perusahaan. Optimalisasi proteksi data tidak dilakukan dengan baik sehingga mudah sekali dipindahkan ke dalam CD atau media penyimpanan lainnya, yang kemudian bisa digandakan secara ilegal tanpa sepengetahuan pihak internal perusahaan. Solusi terbaik adalah harus memungkinkan setiap individu di perusahaan memiliki kewenangan untuk tetap dapat mengakses data dari komputer mereka namun tidak dapat mengambil, menyimpan dan mencetak dalam bentuk file.

 Menggunakan sistem operasi berbasis server menjadi upaya dalam membangun sistem keamanan. Sistem kerja operasi berbasis server adalah memindahkan jaringan yang dioperasikan pada PC ke server untuk dioperasikan di server. Sistem tersebut menjadikan user mampu mengontrol penggunaan operasi pada server serta mampu menjalankan manajemen terpusat terhadap penggunaan operasi server sehingga beban manajemen dapat terkurangi. Antara PC dan server hanya terjadi penggantian layar, cukup “klik” mouse, maka data akan terkirim melalui jaringan. Dengan sistem ini, pengguna PC tetap dapat mengakses data kendati data hanya tersimpan di server dan tidak tersimpan di PC user. Artinya pengguna tetap tidak dapat memiliki data tersebut sehingga resiko yang ditimbulkan oleh pencurian data dapat dihindari.

Perencanaan Perusahaan

Proses Perencanaan

Beberapa pendekatan dalam proses pembuatan suatu rencana perusahan dapat dikategorikan ke dalam beberapa alternatif :

1. Pendekatan atas bawah (Top Down)

Pendekatan ini dilakukan oleh pimpinan perusahaan (organisasi ). Untuk organisasi di bawahnya hanya melaksanakan apa saja yang yang telah direncanakan. Untuk perusahaan yang menganut penyebaran kewenangan (desentralisasi), pimpinan puncak memberikan pengarahan dan petunjuk kepada pimpinan cabang atau sejenisnya agar menyusun rencana yang nantinya akan ditinjau dan dikoreksi oleh pimpinan puncak sebelum disetujui dan direalisasikan.

2. Pendekatan bawah atas (Down Top)

Pendekatan inin dilakukan pimpinan puncak dengan memberikan gambaran situasi dan kondisi mengenai misi, tujuan, sasaran dan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk kemudian memberikan kewenangan kepada manajemen tingkat bawah untuk menyusun rencana.

3. Pendekatan campuran

Melalui pendekatan ini pimpinan memberikan petunjuk perencanaan organisasi secara garis besar, sedangkan rencana detailnya diserahkan kepada kreatifitas unit perusahaan dengan tetap mematuhi peraturan yang ada.

4. Pendekatan kelompok

Melalui pendekatan ini, perencanaan perusahan dibuat oleh tenaga ahli perusahaan. Biasanya dibentuk suatu biro khusus yang melakukannya.

Fungsi Perencanaan

Produk dari perencanaan adalah rencana atau rencana – rencana. Rencana sangat bermanfaat bagi perusahaan. Terdapat 6 fungsi utama rencana atau perencanaan manajemen suatu perusahaan.

1. Penerjemah kebijakan umum

Kebijakan umum perusahaan memerlukan suatu tahap penterjemahan agar menjadi lebih konkret, jelas, komprehensif, dan bertahap.

2. Perkiraan yang bersifat ramalan

Perencanaa berhubungan dengan masa depan bukan ke masa lalu. Masa depan harus ramalkan dengan analisis ilmiah serta didasarkan fakta dan data masa lalu hingga sekarang.

3. Berfungsi ekonomi

Karena sumber daya yang terbatas, penggunaan sumber daya pelu diperhitungkan secara matang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Memastikan suatu kegiatan

Agar pencapaian tujuan dapat dilaksanakan dengan baik perlu disusun rencana yang mengatur kewajiban dan hal, tugas dan wewenang mereka.

5. Alat koordinasi

Membuat koordinasi dalam kegiatan fungsi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dengan rencana kerja. Dengan alat ini setiap orang mengetahui tugas, tanggung jawab, bagaimana kaitan pekerjaannya, kapan dan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan.

6. Sarana pengawasan

Untuk diketahui oleh manager apakah suatu kegiatan telah berjalan pada rule-nya, mengukur apakah realisasi telah sesuai atau belum. Pengawasan dan pengendalian disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat.

Pemilu 2009

Seteleh selesai Pemilu Caleg 2009, banyak caleg yang gagal jadi bertingkah aneh. Sistem pemilihan kita yang aneh. Terlalu banyak partai bingung milihnya dan ujung2nya koalisi. Di Indonesia, jadi anggota legeslatif dulu baru kaya (mungkin kah korupsi…..??? ) bukannya kaya dulu baru jadi anggota legeslatif (gak bakal korupsi karena udah bebas secara finansial). Pengeluaran dana kampanye yang kali ini (tahun 2009) mencapai hampir 1 trilliun, benarkah efektif menjadi cara tuk mencari yang terbaik untuk negeri ini ?

Parpol Kucurkan Rp 976 Miliar untuk Beriklan
Golkar tercatat sebagai pengguna iklan terbanyak, Mengeluarkan duit Rp 277,292 miliar.
Rabu, 29 April 2009, 11:38 WIB
 

Apakah ini permainan di tingkat top goverment seperti pembelian CR7 dari Manchester United ke real madrid ?         Kita doakan saja pengeluaran yang sedemikian besar ada manfaatnya.

Jangan Meniru Kutu Anjing

Siang ini saya tertegun di meja kerja memikirkan banyaknya “hutang” pekerjaan yang wajib saya selesaikan minggu ini. Sementara sebuah pesan masuk ke ponsel saya, dari teman kerja saat kuliah di Medan dahulu, isinya sebuah masalah yang harus saya bantu menyelesaikannya. Diam-diam saya mengeluh dalam hati atas ketidakberdayaan saya mengelola waktu dengan baik.

Pikiran saya melayang teringat nasehat sahabat saya, menasehati saya lewat sebuah cerita menarik tentang perilaku kutu anjing atau biasa juga disebut kutu loncat. Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.

“Coba kamu pikirkan, apa yang terjadi bila kutu loncat dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu,” ujar Lukmin.
Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Itu yang terjadi kawan. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus saja begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.”
Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak lagi membentur dinding kotak korek api. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya, mampu melompat 300 kali ukuran tubuhnya, tidak lagi tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa mewujud dalam bentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagainya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Atau kalau dalam bahasanya Ali bin Abi Thalib, “Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pegunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu”.

Saya jadi teringat cerita tentang Louis Braille yang buta, andaikan ia menyerah dalam usahanya mengembangkan huruf-huruf yang mudah dipelajari kaum tuna netra, barangkali para tuna netra di seluruh dunia hanya sedikit saja yang bisa membaca. Sejak belia, Braille begitu gigih menciptakan huruf atau metode baca yang cocok untuk mereka yang tidak bisa melihat. Bahkan kini sudah ada Alqur’an Braille.

Atau jika saja Thomas Alva Edison menyerah saat usahanya menciptakan lampu bohlam berulangkali gagal. Kuncinya bagaimana kita menjadi sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan