Akses Internet Broadband

ITU-T (International Telecomunication Union) yaitu lembaga standar yang terdiri dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi dari seluruh dunia, yang menetapkan standar yang diantaranya telepon dan wide area network. Mendefinisikan layanan broadband sebagai suatu layanan yang mampu mengirimkan informasi dengan kecepatan lebih besar dari ISDN PRA ( > 1.5 Mbps atau > 2 Mbps). Fakta yang muncul, defenisi broadband berdasarkan kecepatan tidak cukup, teknologi kompresi data berkembang pesat (mengirim data besar tidak harus dengan 2 Mbps). Dengan kemajuan yang didapat dapat disimpulkan bahwa broadband adalah kemampuan jaringan yang dapat mengirimkan informasi dalam berbagai bentuk (data, suara, video, image) dalam satu pipa secara bersamaan/ simultan.

Jenis Media Perantara dan Popularitasnya

Jaringan akses broadband dibagi ke dalam 3 jenis medium (perantara), yaitu sebagai berikut :

1. Berbasis Fiber Optic

MSAN, MSOAN/OAN, Metro Access Network (Ethernet)

2. Berbasis Tembaga (Copper)

ADSL, SDSL, VDSL

3. Berbasis Radio / Wireless

Wireless IP (Wi-FI, WIMAX) Wireline – Wireless DSL (Convergence), 3G, IP RAN.

Layanan broadband di dunia saat ini banyak menggunakan teknologi dari xDSL. xDSL memiliki beberapa jenis tipe antara lain ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line), HDSL (High Bit-Rate Digital Subscriber Line), SDSL (ISDN Digital Subscriber Line), dan lain – lain. ADSL adalah teknologi yang paling banyak digunakan untuk memberikan layanan broadband, lebih dari 60% pasar broadband di dunia menggunakan teknologi ini.

Mengapa Disebut Asimetrik ?

ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) adalah teknologi akses, yang memungkinkan terjadinya komunikasi data, voice dan video secara bersamaan, menggunakan media jaringan kabel tembaga 1 pair. Disebut asimetrik karena kecepatan / rate transmisi dari sentral ke pelanggan (dowstream) tidak sama dengan rate transmisi dari arah pelanggan ke sentral (upstream). Bit rate downstream 384 Kbps (sekarang 1 Megabyte, upstream 128 Kbps.

ADSL membagi frekuensi dari sambungan telepon yang digunakan dengan asumsi sebagian besar pengguna internet akan lebih banyak mengambil (download) data dari internet daripada mengirim (upload) ke Internet. Melalui ADSL satu saluran telepon dapat digunakan untuk pembicaraan telepon dan akses data (internet, file transfer, e-mail, dll) pada saat bersamaan. Koneksi ke Internet lebih cepat dibanding menggunakan modem analog dengan sifat hubungan sambungan tetap (dedicated connection).

Asymmetric Digital Subscriber Line (ADSL)

ADSL merupakan teknologi tambahan pada jaringan akses tembaga berupa modem, dengan jarak jangkauan ± 5 km antara modem pelanggan dengan STO (Stasiun Telepon Otomat) central office. Karena teknologi akses ADSL membawa paket data dan suara maka saat tiba di pelanggan diperlukan sebuah splitter / filter untuk memisahkan paket tersebut.

ISP : Internet Service Provider, adalah penyedia layanan akses internet bagi pelanggan.

BRAS : Broadband Remote Access Server, berfungsi untuk pengelolaan pelanggan, seperti , menyediakan IP address ke pelanggan, melakukan autentifikasi username dan password pelanggan dan lain sebagainya.

DSLAM (Digital Subscriber Line Access Multiplexer)

Perangkat utama pengatur traffik incoming dan outgoing perangkat modem ADSL dan Internet gateway.

Sebagai antarmuka/ interface antara sejumlah pelanggan ADSL dengan penyedia Jaringan data/ISP.

Sentral Telepon : berfungsi melakukan penyambungan layanan suara (voice) antar pelanggan

Modem : Modulator de modulator berfungsi mengkonversi format analog ke digital dan sebaliknya antara PC dengan jaringan akses tembaga

Splitter/Filter : berfungsi memisahkan frekwensi tinggi (untuk data) dan frekwensi rendah (untuk suara)

Tulang punggung (backbone) dari jaringan akses ADSL ini menggunakan perangkat keras DSLAM. DSLAM melakukan request and give data dari pelanggan ke server ISP (Internet Sevice Provider).

Layanan yang mampu dilakukan dengan menggunakan ADSL adalah

High speed Internet akses

LAN akses (Teleworking, SOHO/ Small Office Home Office)

Pembelajaran jarak jauh (Distance Learning)

Video Conference

Broad cast TV

Home Shoping

Online Gaming

Salah satu cara yang digunakan oleh central office agar kualitas sambungan tetap baik dan tidak terjadi banyak interferensi adalah membatasi frekuensi yang dibawa kabel telepon. Lebar frekuensi manusia relatif sempit hanya 0 – 3.400 Hertz dan lebar frekuensi musik / stereo antara 20 – 20.000 Hertz. Sementara kabel telepon yang digunakan sebenarnya mampu untuk dilalui sampai beberapa juta Hertz. Oleh karena itu terdapat dua standart modulasi yang digunakan ADSL.

1. CAP ( Carrierless Amplitudo Phase )

Teknik ini membagi spektrum frekuensi yang dilakukan pada kabel ADSL menjadi kanal suara ( 0 – 4 KHz ), kanal upstream data ( 25 – 138 KHz ), dan kanal downstream data ( 240 KHz ke atas ). Pemisahan ini dimaksudkan untuk meminimasilasi kemungkinan interferensi antar kanal. Teknik modulasi ini digunakan pada ADSL diawal perkembangannya.

2. DMT ( Discrete Multitone )

Metode jaringan ADSL Telkom menggunakan G.dmt. DMT yang akan membagi frekuensi menjadi 256 kanal yang masing – masing lebarnya 4.3125 KHz. Dengan menggunakan algoritma FFT ( Fast Fourier Transform ) untuk modulasi QAM ( Quadrature Amplitude Modulation ) di setiap kanal dapat diatur secara terpisah kecepatan data yang dikirim. Alokasi kanal dari DMT adalah sebagai berikut

Downstream : – G.dmt membagi 26 s/d 1104 KHz menjadi 249 sub kanal.

G.lite membagi 26 s/d 578 KHz menjadi 127 sub kanal.

Upstream : – 26 s/d 138 KHz dibagi menjadi 25 sub kanal upstream.

One thought on “Akses Internet Broadband

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s