Gara-Gara Naskah Jaringan

Tadi malam tepat jam 11 pm, saya selesai editing naskah terbaru jaringan (maaf naskahnya gak bisa ditampilkan). Huh…capek juga. Namun mata ini belum mau terpejam seperti biasanya, mungkin karena urat kepala masih kaku kebanyakan mikir (masa sih…!!). Tuk menghilangkannya saya dengerin musik. Saat mata ini mulai tertutup, terlintas sebuah lirik yang mengalirkan kembali butiran darah yang telah lama beku. Ini dia….

Dewi malam ku pinta seorang wanita
Padang pasir
Dengan butirnya wajahmu terukir
Pergi menghadap pada air
Di dalamnya kurasa hangatmu mengalir
Kau datang dengan angin tak terasa
Kau datang menghembus membelai muka
Ku pinta bintang tuk beri nama
Kudengar mereka sebut namamu
Dewi malamku….Dewi malamku

Mengasihimu dan menyayangimu
Aku rela pergi jauh untuk itu
Aku mencintaimu dan memilikimu
Aku rela mati rasakan itu semu
Rasakan itu semua

Saya sedikit bingung mengapa seperti diingatkan dengan sesuatu yang pernah didapat kemudian hilang kala itu. Biarlah angan itu terlintas, lebih baik simpan sejenak di benak tuk menghilangkan lara.
Selamat malam….keep your spirit guys!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s