Tahun Baru 2008

New Years >> New Plan

Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk mengungkapkan/ merayakan/ mengapresiasikan malam pergantian tahun. Saya sendiri mempunyai cara yang berbeda di tiap tahun. Saat di bangku SLTP, pergantian tahun saya sambut bersama Remaja Mesjid dengan renungan suci, panggang ayam, sate, dan gak lupa tiup terompet hahaha…

team-pendaki.jpg

Saat SMU, dengan izin orang tua saya mendaki gunung tertinggi di Sumbagut, gunung Sinabung. Sensasi yang luar biasa saat memulai pendakian, karena ratusan orang mendaki pada saat bersamaan hingga akhirnya jalan untuk mendakinya macet (seperti jalan raya). Bagi pemula jika tidak hati-hati bisa berbahaya (banyak juga yang jatuh atau terpleset…oh kasihan!). Tepat pukul 5.10 saya sampai di puncak, pemandangannya sungguh menakjubkan. Memandang ke bawah tampak bumi perkemahan, danau, dan kota Berastagi apalagi saat itu matahari masih tenggelam di peraduannya sehingga sulit melepaskan tatapan ke arah kota Berastagi yang berwarna-warni. Allahu Akbar.

 shelter-3-sinabung.jpg

puncak-sinabung.jpg

Saat ke 2 kalinya ke puncak Sinabung

Berbeda di SMP, berbeda di SMU, berbeda pula di kuliahan. Tahun pertama di kuliahan, tahun pertama celebrated di Pulau Batam. Tepatnya dari Bukit Dangas, saya dan keluarga menyaksikan pesta kembang api di Singapura selama setengah jam dan makam malam (makan pagi mungkin soalnya dah jam 12.30 dini hari). Fotonya gak ada, saat itu belum punya kamera hehehe..!

Dan tahun ini, tahun baru 2008 hanya dirayakan dengan duduk di depan komputer menulis tulisan tentang tahun baru sambil makan ayam panggang, soalnya di depan garasi rumah lagi bakar ayam dan sate.

Yang special dari tahun baru kali adalah Tugas Akhir kuliah saya telah selesai saya kerjakan dan saya katakan bahwa saya tidak merayakan tahun baru tapi saya merayakan keberhasilan saya dalam 2.5 tahun untuk bisa menyelesaikan Tugas Akhir. Tidak ada yang tahu hal tersebut, yang tahu hanya temen2x yang baca tulisan ini. Saya ingin menikmati saat-saat ini kemudian terlintas sebuah ungkapan

Ketika akan  memulai sesuatu, saat itu muncul rasa takut dan cemas. Tatkala telah berhasil, rasa senang dan bangga menyinari hati yang seolah-olah ketakutan dan kecemasan telah hilang”.

Tahun 2008 ini, saatnya membuat rencana baru untuk masa depan. Hohoho.. saya datang!

Singapura Expo

Liburan semester bulan Juni 2007 lalu, menjadi momentum terindah dan pemicu (kayak bom aja!!) semangat belajar saya. Sebab disela – sela melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan), saya bisa menyempatkan diri jalan – jalan ke Singapura Expo, Singapura menyaksikan pameran Teknologi Informasi. Ini foto di depan Hall 2 dari total 9 hall. Arena pamerannya luas banget kalo dihitung2x bisa 6 atau 7 kali lapangan sepakbola (kayak apa tu ya..??).

24-1.jpg

Perjalanan ini semakin menarik saat menyempatkan juga jalan-jalan ke City Hall. Makan siang di restoran Surabaya. Pelayan restorannya menggunakan bahasa Indonesia padahal wong chinese dan situ juga ada foto-foto selebriti Indonesia yang pernah makan di situ seperti Ariel Peterpan, dll (gak inget lagi). Foto pas makan gak ada, lupa ngambil!

Sebelum pulang jalan lagi ke Lucky Plaza buat belanja. Setelah belanja baru deh pulang.

Ini foto saat mau beli tiket MRT (kereta listrik bawah tanah).

26-1.jpg

Yang ngejual tiket bukan petugas seperti di Indonesia tapi mesin. Masukin 5 dollar, keluar tiket, kembalinya 3.5 dollar.

View saat memasuki pelabuhan Harbourfront.

singapore.jpg

 


Kelas Alamat IP

IP Address Class A

0 – 127

0 – 255

0 – 255

0 – 255

     Bit-bit network                                              Bit-bit host

· Ciri : Bit pertama = 0

· Standard : 8 Bit Network dan 24 Bit Host

· Ada 128 buah kelas A di dunia

· Satu kelas A dapat menampung sampai lebih dari 16 juta host (2563)

IP Address Class B

128 – 191

0 – 255

0 – 255

0 – 255

                       Bit-bit network                                          Bit-bit host

· Ciri : Bit pertama = 10

· Standard : 16 Bit Network dan 16 Bit Host

· Ada 64 x 256 buah kelas B di dunia

· Satu kelas B dapat menampung sampai lebih dari 65 ribu host (2562)

IP Address Class C

192 – 223

0 – 255

0 – 255

0 – 255

                     Bit-bit network                                              Bit-bit host

· Ciri : Bit pertama = 110

· Standard : 24 Bit Network dan 8 Bit Host

· Ada 32 x 64 x 256 buah kelas C di dunia

· Satu kelas C dapat menampung sampai 254 host

Gara-Gara Naskah Jaringan

Tadi malam tepat jam 11 pm, saya selesai editing naskah terbaru jaringan (maaf naskahnya gak bisa ditampilkan). Huh…capek juga. Namun mata ini belum mau terpejam seperti biasanya, mungkin karena urat kepala masih kaku kebanyakan mikir (masa sih…!!). Tuk menghilangkannya saya dengerin musik. Saat mata ini mulai tertutup, terlintas sebuah lirik yang mengalirkan kembali butiran darah yang telah lama beku. Ini dia….

Dewi malam ku pinta seorang wanita
Padang pasir
Dengan butirnya wajahmu terukir
Pergi menghadap pada air
Di dalamnya kurasa hangatmu mengalir
Kau datang dengan angin tak terasa
Kau datang menghembus membelai muka
Ku pinta bintang tuk beri nama
Kudengar mereka sebut namamu
Dewi malamku….Dewi malamku

Mengasihimu dan menyayangimu
Aku rela pergi jauh untuk itu
Aku mencintaimu dan memilikimu
Aku rela mati rasakan itu semu
Rasakan itu semua

Saya sedikit bingung mengapa seperti diingatkan dengan sesuatu yang pernah didapat kemudian hilang kala itu. Biarlah angan itu terlintas, lebih baik simpan sejenak di benak tuk menghilangkan lara.
Selamat malam….keep your spirit guys!!

Linux Ubuntu

Yee…..horeee….. asyik….. pesanan CD Ubuntu 7.10 PC Edition dan 64 Bit saya akhirnya sampai ke Indonesia, tepatnya ke rumah saya. Gratis dan original. Awalnya saya hanya tebak negara pengirimnya dan ternyata bener, Netherlands. Thank You for all.

Bisa di unduh atau pesan melalui shipit.ubuntu.com

Banyak perubahan yang cukup memuaskan sebagai “turunan” dari debian ini. Sepertinya saya harus beralih kembali dari Knoppix ke Ubuntu nih. Saatnya untuk ngoprek lagi……+_-=-=?.,><“;}^&*$

Networking Concept

LAN FISIK: SEMUANYA TERKAIT DENGAN BROADCAST

Setiap orang memiliki gagasan yang berbeda tentang sebenarnya jaringan. Misalnya jika Anda bertanya kepada seseorang yang bekerja sebagai server/ bagian server, orang tersebut akan membayangkan Lokal Area Network ( LAN ) sebagai server yang disambung dengan ethernet. Orang yang mengoperasikannya kabel ethernet memiliki sudut pandang yang berbeda, membayangkan LAN sebagai rangkaian kabel. Akan tetapi saat ini perpektif yang harus dipahami pada VLAN adalah lebih cenderung ke perspektif network engineer, yang sangat menekankan pada hub dan switch.

Hub dan switch memiliki cara kerja yang berbeda. Hub mengulang semua sinyal elektrik yang diterima ke semua portal kecuali portal di mana sinyal diterima, pada dasarnya mem-flood frame. Switch tidak mem-flood semua frame yang diterima, tetapi cenderung menggunakan MAC address tabel.

Akan tetapi hub dan switch memproses broadcast frames secara identik. Broadcast frame adalah ethernet frame yang memiliki destinasi identik MAC address field mengeset ke FFFF.FFFF.FFFF. Broadcast frame dikirim untuk berbagai alasan. Broadcast frame ini sangat berguna saat komputer tidak mengetahui sebagian informasi; komputer dapat mengirim broadcast ke tiap – tiap orang, meminta penanganan kecil suatu informasi. Terlepas dari mengapa broadcast frame dikirim, switch menerima frame di mana destinasi addressnya adalah ethernet bradcast address, broadcast frame mengirim frame ke semua port kecuali incoming port. Jadi meskipun proses internal pada switch dan hub berbeda, pada dasarnya switch berkinerja seperti hub terkait dengan broadcast frame.

Alamat broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber.

Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.

Network Broadcast

Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah 131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.

Subnet broadcast

Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast. Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.

All-subnets-directed broadcast

Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255. Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan.

Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.

Limited broadcast

Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya.

Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.

Kisah / History of Me

Kisah anak remaja yang menghadapi cobaan dan akhirnya menemukan cinta semunya. Cerita ini bahagian dari masa lalu saya.

Sekian lama sudah kita berjalan Namun tiada jua hati kita bersatu Walau sebenarnya telah aku katakan Cobalah mengerti apa yang kurasakan Takkan terhapus hilang dari ingatan Keangkuhan hatimu wujudkan keinginan Selama ini…..saat ini. Walau telah ku coba untuk memahamimu Kau tak jua mengerti akan diri ini Haruskah kita saling berpegang diri Ataukah kita saling berharap hati

Selamat malam…….. Cerita lalu bersamamu Meski hatiku masih tersimpan bayanganmu Lupakanlah kenangan lalu bersamu Akan ku simpan senyummu di dalam anganku. Sekejap mata tak rela ku melepasmu Saat itu hanya ada kamu Kau takkan pernah tahu Betapa rindunya aku Membuatku terlelap dalam tiap malamku Membayangkan selalu cantik wajahmu