Kisah Nyata Seorang Pemuda Arab Yang Menimba Ilmu Di Amerika


:: Rabu,22 Februari 2006 ::

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika , ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk. Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, “Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini.” Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, “Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. Barulah pemuda ini beranjak keluar. Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, “Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim.” Pendeta itu menjawab, “Dari tanda yang terdapat di wajahmu.” Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda tersebut dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.
Sang pendeta berkata, “Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat.” Si pemuda tersenyum dan berkata, “Silahkan!” Sang pendeta pun mulai bertanya,

1. Sebutkan satu yang tiada duanya,
2. dua yang tiada tiganya,
3. tiga yang tiada empatnya,
4. empat yang tiada limanya,
5. lima yang tiada enamnya,
6. enam yang tiada tujuhnya,
7. tujuh yang tiada delapannya,
8.. delapan yang tiada sembilannya,
9. sembilan yang tiada sepuluhnya,
10. sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11. sebelas yang tiada dua belasnya,
12. dua belas yang tiada tiga belasnya,
13. tiga belas yang tiada em-pat belasnya.
14. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15. Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16. Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19. Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20. Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yg diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21. Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22. Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai
30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?”
Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu tersenyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah.

Setelah membaca basmalah ia berkata,
1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
“Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan
al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hjari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis.
Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang.” (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan
kepada Nabi Musa : tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman, “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat.” (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf…
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air.” (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruhadalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman, “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing.” (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan
kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,” tak ada cercaaan ter-hadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata,
“Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai.” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT, “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar.” (Yusuf: 28).
22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari
maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, “Apakah kunci surga itu?”

Mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak. Mereka berkata, “Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!”

Pendeta tersebut berkata, “Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah. ” Mereka menjawab, “Kami akan jamin keselamatan anda.” Sang pendeta pun berkata, “Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah.” Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini diambil dari Mausu’ah al-Qishash al-Waqi’ah
melaluiinternet, www.gesah.net
Kaum yang berpikir (termasuk para pendeta) sedianya telah mengetahui bahwa Islam adalah agama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan akanmenjaga manusia dalam kesejahteraan baik di dunia dan di akherat..
Apa yang menyebabkan hati-hati para pendeta itu masih tertutup bahkan cenderung mereka sendiri yang menutup rapat jiwanya..
Semoga Allah SWT memberikan Hidayah kepada mereka yang mau berpikir..
Amin

Competitive Strategy di Lingkungan Industri

Aspek lingkungan industri akan lebih mengarah pada aspek persaingan di mana bisnis perusahaan berada. Akibatnya faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi persaingan seperti : ancaman-ancaman dan kekuatan-kekuatan yang dimiliki perusahaan termasuk kondisi persaingan itu sendiri menjadi perlu untuk dianalisis.

Michael E Porter mengemukakan konsep Competitive Strategy yang menganalisis persaingan bisnis berdasarkan lima aspek utama yang disebut Lima Kekuatan Bersaing. R.E Freeman merekomendasikan aspek yang ke enam untuk melengkapinya.

Ke enam aspek atau variable yang membentuk model untuk strategi bersaing tersebut dipaparkan sebagai berikut :
a. Ancaman Masuk Pendatang Baru
Masuknya perusahaan sebagai pendatang baru akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang sudah ada, misalnya kapasitas menjadi bertambah, terjadinya perebutan pangsa pasar serta perebutan sumber daya produksi yang terbatas. Kondisi seperti ini menimbulkan ancaman bagi perusahaan yang telah ada. Ada beberapa faktor penghambat pendatang baru untuk masuk ke dalam suatu industri yang sering disebut dengan hambatan masuk. Faktor tersebut antara lain :
• Skala Ekonomi. Apabila pendatang baru berproduksi dalam skala kecil, mereka akan dipaksa berproduksi pada biaya produksi (unit) yang tinggi padahal perusahaan yang ada tengah berupaya pada skala produksi yang terus diperbesar dan proses produksi yang terus menerus diefisienkan sehingga harga per unit barang menjadi lebih murah.
• Diferensiasi Produk
• Kecukupan Modal
• Biaya Peralihan
• Akses ke Saluran Distribusi
• Ketidakunggulan Biaya Independen
• Peraturan Pemerintah

b. Persaingan Sesama Perusahaan Dalam Industri
Persaingan dalam industri akan mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan. Dalam situasi persaingan yang oligopoli, perusahaan mempunyai kekuatan yang cukup besar untuk mempengaruhi pasar. Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Sedangkan, pada pasar persaingan sempurna, biasanya akan memaksa perusahaan menjadi follower termasuk dalam hal harga produk. Tingkat persaingan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, yaitu :
• Jumlah competitor
• Tingkat pertumbuhan industri
• Karakteristik produk
• Biaya tetap yang besar
• Kapasitas
• Hambatan keluar

c. Ancaman dari Produk Pengganti
Perusahaan-perusahaan yang berada dalam suatu industri tertentu akan bersaing pula dengan produk pengganti. Walaupun karakteristik berbeda barang substitusi dapat memberikan fungsi atau jasa yang sama. Ancaman produk substitusi kuat bilamana konsumen dihadapkan pada switching cost yang sedikit dan jika produk substitusi itu mempunyai harga yang lebih murah atau kualitas sama bahkan lebih tinggi dari produk-produk suatu industri.

d. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Buyers)
Para pembeli dengan kekuatan yang mereka miliki mampu mempengaruhi perusahaan untuk menurunkan harga produk, meningkatkan mutu servis serta mengadu perusahaan dengan kompetitornya. Dengan demikian beberapa kondisi yang mungkin dihadapi perusahaan sehubungan kekuatan ini antara lain :
• Pembeli mampu memproduksi produk yang diperlukan
• Sifat produk tidak terdiferensiasi dan banyak pemasok.
• Switching cost pemasok adalah kecil
• Pembeli mempunyai tingkat profitabilitas yang rendah, sehingga sensitive terhadap harga dan diferensiasi servis.
• Produk perusahaan tidak terlalu penting bagi pembeli sehingga pembeli dengan mudah mencari substitusinya.

e. Kekuatan tawar menawar pemasok (Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri lewat kemampuan mereka menaikkan harga atau pengurangan kualitas produk atau servis. Pemasok menjadi kuat apabila beberapa kondisi berikut terpenuhi :
• Jumlah pemasok sedikit
• Produk/ servis yang ada adalah unik dan mampu menciptakan switching cost yang besar.
• Tidak tersedia produk substitusi
• Pemasok mampu melakukan integrasi ke depan dan mengolah produk yang dihasilkan menjadi produk yang sama yang dihasilkan perusahaan.

f. Pengaruh kekutan stakeholder lainnya
• Pemerintah
• Serikat pekerja
• Lingkungan masyarakat
• Kreditor
• Pemasok
• Asosiasi dagang
• Kelompok yang memiliki kepentingan lain
• Pemegang saham

(Disarikan dari buku Competitive Strategy)

Analisis Perubahan Lingkungan Perusahaan

Key Point :
:: Analisis Turbulensi Lingkungan
:: Analisis Agresivitas Strategik
:: Konsep Rekayasa Ulang

A. Permasalahan
Salah satu cara mengetahui kinerja perusahaan adalah dengan melihatnya dari sisi bagaimana manajemen perusahaan merespon kondisi lingkungan internal dan eksternalnya dengan menggunakan tolok ukur tertentu sehingga diketahui tingkat turbulensinya, tingkat kesiapan perusahaan untuk mengantisipasinya serta bagaimana seharusnya perusahaan melakukan rekayasa ulang.

B. Analisis Turbulensi
Menurut Igor Ansoff dan Edward J. Mc. Donnell kinerja petensial perusahaan dikatakan optimal bila tiga kondisi berikut ini terpenuhi :

1. Agresivitas strategi dari perilaku bisnis perusahaan harus sesuai dengan turbulensi lingkungannya
Turbulensi lingkungan merupakan suatu kumpulan ukuran dari suatu keterubahan (changeability) dan keterdugaan (predictability) atas lingkungan perusahaan.
Changeability terdiri atas kompleksitas lingkungan dan kebaruan relatif dari tantangan berlanjut yang dihadapi perusahaan dalam lingkungannya.
Predictability terdiri atas kecepatan perubahan, yaitu rasio kecepatan di mana tantangan berganti dalam lingkungan dengan kecepatan respons perusahaan dan kejelasan masa depan, dimana ketepatan dan kesesuaian informasi tentang masa depan berperan penting.

2. Daya tanggap perusahaan harus sesuai dengan agresivitas strateginya
Data tanggap perusahaan dimulai dari level 1, yaitu : custodial, daya tanggap perusahaan cenderung pasif, level 2, yaitu production, perusahaan mengutamakan orientasi pada produksi, level 3, yaitu marketing, perusahaan berorientasi ke pasar, level 4, yaitu strategic, perusahaan dimotivasi oleh lingkungan yang lebih luas, dan level 5 flexible, perubahan yang kreatif yang menghasilkan perubahan yang orisinil

3. Komponen kemampuan perusahaan harus saling mendukung satu dengan yang lainnya.
Mengoptimalkan pencapaian tujuan jangka pendek dan jangka panjang perusahaan. Komponen – komponen perusahaan tersebut dilihat dari beberapa sisi. Yaitu : ikliim (kemampuan untuk merespon), kompetensi (kesanggupan untuk merespon) dan kapasitas (jumlah yang dapat direspon).

Mendiagnosa strategi perusahaan hendaknya mengikuti prosedur yang digariskan. Prosedur tersebut adalah sebagai berikut :
a. Membagi lingkungan perusahaan menjadi beberapa area bisnis yang berbeda yang memiliki tingkat turbulensi yang berbeda pula.
b. Tentukan rentang waktu untuk diagnosa turbulensi.
c. Menentukan tingkat turbulensi untuk tiap area bisnis untuk masa dating.
d. Mengulang prosedur nomor (c) di atas untuk menentukan tingkat turbulensi saat ini.
e. Menentukan agresitivitas dan daya respons perusahaan untuk keberhasilan di masa depan.
f. Menentukan agresitivitas dan daya respon perusahaan saat ini dan masa datang.
g. Membuat profil agresivitas dan daya respon perusahaan saat ini dan masa dating.

.:: Analisis Turbulensi Lingkungan ::.

Analisis ini akan menghasilkan suatu profil turbulensi (hal-hal yang sulit dikendalikan yang bersifat mengacaukan) lingkungan perusahaan yang dinyatakan dalam nilai di mana semua responden akan diminta penilaian atau pandangannya atas apa yang terjadi di dalam lingkungan usahanya. Variabel dan descriptor untuk mengkaji turbulensi lingkungan seperti di bawah ini :

a. Perubahan ( Changeability )
1. Kompleksitas lingkungan
2. Kebaruan relative
b. Perkiraan ( Predictability)
1. Kecepatan Perubahan
2. Kejelasan masa depan
c. Atribut lainnya
1. Diferensiasi strategi pemasaran
2. Frekuensi strategi pemasaran baru
3. Tekanan oleh pelanggan
4. Permintaan kapasitas industry
5. Tekanan oleh environmentalis
6. Tekanan oleh pemerintah
7. Diferensiasi produk
8. Frekuensi produk baru
9. Product life cycle (PLC)
10. Tingkat perubahan teknologi (TPT)
11. Diversity of competing technology (DCT)
12. Faktor kesuksesan pemasaran
13. Factor kesuksesan inovasi

Responden = { A, B, …., …. }
Nilai Responden = skala 1 s/d 5

.:: Rekayasa Ulang ( Re-engineering) ::.

Pembenahan internal perusahaan sebagai antisipasi terhadap kondisi turbulensi lingkungan di atas dapat dilakukan dengan menetapkan rekayasa ulang (re-engineering). Menurut Warren Bennis dan Michael Mische, Rekayasa Ulang didefinisikan sebagai suatu penataan ulang perusahaan secara radikal dengan menantang atau mempertanyakan doktrin, praktek, dan aktivitas yang ada lalu secara inovatif menyebarkan kembali modal dan sumber daya manusianya ke dalam proses lintas fungsi. Penataan ulang ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan : posisi bersaing perusahaan, nilai perusahaan bagi para pemegang saham dan kontribusi perusahaan pada masyarakat.
Beberapa contoh aktivitas yang mencirikan rekayasa ulang antara lain : inovasi, pemahaman mengenai harapan dan keluhan pelanggan, proses belajar yang terus menerus, penciptaan ide-ide yang cemerlang, merancang paradigm baru, usaha untuk mengungguli pesaing dan meningkatkan kualitas lingkungan.

Manfaat rekayasa ulang beberapa diantaranya adalah :
1. Peningkatan produktivitas
2. Pengoptimalan nilai bagi para pemegang saham
3. Pencapaian hasil yang luar biasa
4. Pengkonsolidasian fungsi-fungsi
5. Pengurangan kegiatan yang tidak perlu

Unsur – unsur pokok rekayasa ulang mempunyai 5 unsur, yaitu :
1. Visi yang berani
2. Rancangan yang sistematik
3. Maksud dan mandat yang jelas
4. Metodologi yang spesifik
5. Kepemimpinan yang efektif

Oleh karena itu, rekayasa ulang hendaknya dirancang dengan cara yang terstruktur dan formal. Namun perlu diketahui bahwa tidak ada metodologi yang standar yang dapat digunakan dalam setiap situasi yang mungkin timbul selama berlangsungnya proses rekayasa ulang yang kompleks tersebut. Aplikasi setiap metodologi adalah khas untuk organisasi tertentu. Untuk yang bersifat umum dibagi atas lima tahapan, yaitu :

 Tahap 1 : Menciptakan visi dan menetapkan tujuan
 Tahap 2 : Benchmarking dan mendefinisikan keberhasilan
 Tahap 3 : Melakukan inovasi proses
 Tahap 4 : Mentransformasikan organisasi
 Tahap 5 : Memantau proses yang direkayasa ulang

Setiap tahap mempunyai sasaran, target, tugas dan hasil akhir yang berbeda-beda. Karena proses rekayasa ulang harus merefleksikan kebutuhan organisasi yang spesifik maka tidak ada batas waktu dalam penyelenggaraan setiap tahapan. Pedoman untuk rekayasa ulang yang sukses adalah :

• Berpikir secara luas, berani, dan terbuka.
• Mencermati proses pada seluruh lini organisasi
• Menantang semua doktrin dan proses tradisional dan menciptakan yang baru
• Menetapkan hasil yang diinginkan.
• Menghubungkan berbagai aktivitas dalam proses yang bersamaan bukan dalam tugas berurut.
• Berdayakan karyawan untuk membuat keputusan yang berkenaan dengan pelanggan dan proses yang mereka hadapi.
• Memandang setiap lokasi organisasi sebagai suatu kesatuan tunggal.
• Pusatkan perhatian pada nilai yang berasal dari setiap proses , bukan pada tugas perorangan yang membentuk proses tersebut.
• Pergunakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan
• Berfokus pada masalah masalah utama yang akan dipecahkan
• Ciptakan tim lintas fungsi yang terdiri dari orang-orang yang tepat dan mempunyai kemampuan yang tinggi. Bila perlu gunakan sumber daya eksternal seperti konsultan.
• Realistislah terhadap kemampuan yang ada. Rekayasa ulang itu sulit, radikal dan sangat berarti.

Dr. Minto Supeno Ciptakan Air-Bioethanol Pengganti Bensin/Pertamax

Dr. Minto SupenoPeneliti Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Minto Supeno, berhasil menciptakan campuran air dan bioethanol sebagai bahan bakar pengganti (substitusi) bensin dan pertamax untuk sepeda motor. Hasil penelitian selama sembilan bulan lebih ini diklaimnya sebagai yang pertama di Indonesia.

Minto bahkan optimis bisa menjadikan air murni sebagai bahan bakar. “Dalam jangka waktu setahun ke depan, saya optimis bisa menjadikan air sebagai bahan bakar, tanpa campuran bioethanol lagi. Hanya tinggal mengembangkan penelitian,” katanya di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USU, Kampus Padang Bulan, Medan, Selasa (16/6).

Peneliti Utama dari Kimia Anorganik FMIPA USU ini menerangkan, temuannya berupa campuran air dan bioethanol sebagai bahan bakar pengganti bensin ini sudah dimulai sejak 1992 ketika menjadi dosen pembimbing.

Temuannya itu juga sudah diujicobakan pada sepeda motornya sejak awal Mei lalu. Sampai sekarang yang berarti sudah berjalan lebih dari sebulan, sepeda motornya mampu melaju kencang dan sejajar dengan bensin atau pertamax.

“Hasil ujicoba juga memperlihatkan tidak ada pengaruh pada mesin sepeda motor,” ungkapnya sembari menyebutkan, untuk menggunakan bahan bakar campuran air dan bioethanol ini hanya butuh sedikit penyesuaian pada karburator dan busi. Dibandingkan dengan bensin atau pertamax, menurut Minto, bahan bakar hasil panelitiannya ini juga lebih murah. Jika dijual, harganya hanya sekitar Rp 4 ribu/liter.

Pecahkan ikatan hidrogen

Minto Supeno mengakui, air (H2O) memang sulit dijadikan bahan bakar. Ini karena adanya ikatan hidrogen kuat dan lemah yang sangat kompak. “Oleh karena itu, untuk menjadikannya sebagai bahan bakar, air harus diubah menjadi dimers air. Tujuannya memecah ikatan hidrogen kuat dalam air. Teknik yang digunakan adalah menggunakan oksida logam, bentonit terpilar switching dan pasir switching,” terangnya.

Dimers air sendiri, lanjutnya, belum bisa menjadi bahan bakar. Untuk itu diperlukan bahan yang mampu menginisiasi air agar bisa terbakar. Bahan yang sesuai adalah bioethanol dimers. “Sebab, air dan alkohol (bioethanol) sama-sama memiliki gugus hodroksil (O-H) sehingga bisa menyatu secara sempurna. Bioethanol 90-96 persen juga harus diubah dulu menjadi dimers dengan teknik dilewatkan pada campuran pasir switching dan bentonit terpilar switching pada perbandingan optimal,” paparnya.

Kemudian, campuran dimers air dan alokohol bila dipanaskan dan diberi arus listrik DC, perlahan-lahan mengalami perubahan koefesien temperatur negatif (NTC). Pada pemanasan lebih lanjut, secara mendadak menjadi koefesien temperatur positif (PTC).

“Perubahan fenomena sifat NTC/PTC dimers air dan alkohol menjadikan bahan campuran mengalami break down di daerah puncak NTC/PTC dan mudah terbakar. Ini terjadi pada puncak perubahan NTC/PTC,” jelasnya.

Perbandingan

Menurutnya, fenomena NTC/PTC dimers air dan alkohol yang tinggi intensitas NTC-nya terjadi pada perbandingan 40 persen air dan 60 persen bioethanol. “Pada kondisi campuran inilah, yakni 40:60, campuran air dan alkohol dapat digunakan sebagai bahan bakar sepeda motor, pengganti bensin atau pertamax,” katanya.

Minto Supeno sendiri, setelah mengujicobakan dan memakai bahan bakar ini pada sepeda motornya, berencana melakukan ujicoba pada mobil. “Saya akan mencoba mengajak produsen mobil untuk mengujicoba bahan bakar ini,” tuturnya.

Di bagian lain keterangannya, doktor yang telah melakukan puluhan penelitian kimia fisik dan kimia material ini menegaskan, campuran air dan bioethanol sebagai bahan bakar ini sangat ramah lingkungan.

“Hasil embakarannya air dan karbondioksida (CO2). Tapi, CO2 yang dihasilkan ialah dari nabati. Ini bisa diuraikan alam. Berbeda dengan CO2 dari pembakaran bensin yang menghasilkan jelaga karbon dan tidak bisa diuraikan alam,” ujarnya.

Penerima Piala Presiden untuk Gelar Teknologi Tepat Guna (2001) dan Piala Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) untuk bidang sama (2004) ini yakin, jika air berhasil dikembangkan sebagai bahan bakar, berdampak positif pada ketersediaan bahan bakar yang diperlukan manusia. “Saat ini kebanyakan perang yang terjadi karena perebutan bensin (bakar). Jika air bisa dijadikan bahan bakar, maka mudah-mudahan tidak akan ada perang lagi,” demikian Minto Supeno. (Sumber: Analisa, 17 Juni 2009

Dosa Kecil Mudah Dilakukan

“Sudah menikah mas?”

Tanya seorang wanita yang duduk disampingnya, ketika menumpangi “Pesawat Saudia” penerbangan Indonesia-Saudi Arabia.
“Belum”. Jawabnya enteng.

Pemuda ini menceritakan kisahnya selama di pesawat yang duduk bersebelahan dengan seorang wanita, yang ternyata juga berprofesi sebagai pramugari. Saya cukup tersentak dengan cerita teman dari suamiku itu. Sontak saya menjawab.

“Kenapa sich nggak jujur aja kalau udah punya istri?. Kan kasihan istrinya disana.

“Ya bukannya apa-apa, kan kalau kita bilang kita udah nikah, nanti ngobrolnya nggak nyambung.”

“Astagrfirullahal`azhiim,” Aku beristigrfar mendengar jawaban teman itu.

Bukan sekedar heran karena dia adalah seorang mahasiswa indonesia yang menuntut ilmu di Madinah, bahkan satu-satunya mahasiswa Asia yang lulus melanjutkan ke S2 dalam ujian beberapa waktu yang lalu. Ada persoalan yang lebih mendasar yang terpikir olehku. Segampang inikah seseorang melakukan kebohongan. Aku percaya dia tidak punya niat sama sekali untuk menyakiti perasaan istrinya. Meskipun kalau istrinya tahu, ini tentu hal yang menyakitkan. Istri mana yang tidak terluka hatinya jika mendengar suaminya mengaku-ngaku masih lajang kepada orang lain.

Tapi kembali lagi, ada persoalan yang lebih mendasar.
“Ya bukannya apa-apa, kan kalau kita bilang kita udah nikah, nanti ngobrolnya nggak nyambung.”

Kata-kata yang mengalir seolah tanpa beban. Semudah itukah manusia melakukan dosa kecil. Bahkan untuk alasan yang juga sangat seserhana. Hanya sekedar agar obrolan berjalan menyenangkan. Ya Allah, Tidak sadarah bahwa ia sedang melakukan sesuatu yang dibenci oleh Allah, tidak terpikirkah ada Zat yang tidak pernah berhenti mengawasi.

Saya jadi teringat kata-kata yang populer di tengah-tengah akhwat masa-masa gadis dulu.

“Jangan lihat sekecil apa dosa yang engkau lakukan, tapi lihat sebesar apa Zat yang engkau tentang.”

Tanpa sadar, kita begitu sering menyepelekan dosa kecil. Mungkin awalnya hanya sekali, dua kali. Tapi ingat, dosa sekecil apapun, jika ia tidak dibersihkan dengan Taubat, maka ia akan tumbuh menjadi kebiasaan. Kita punya hati nurani. Ketika kita melakukan dosa, hati nurani itu akan menentang, memberontak.

Tapi jika bisikan nurani itu juga tidak kita hiraukan, maka lama-kelamaan bisikan itu juga tidak akan kedenaran lagi. Karena ruang hati kita sudah dipenuhi oleh bisikan-bisikan syaiton. Dosa-dosa kecil yang kita lakukan seakan menjadi hal sepele, ringan tanpa beban.

Atau perumpamaan lain yang sering kita dengar, Hati ibarat cermin. Jika ada noda dosa yang menempel lalu kita bersihkan dengan taubat, maka kesuciannya akan tetap terjaga. Namun jika noda-noda kecil itu kita biarkan, lama-kelamaan cermin hati itu akan berkarat, dan inilah yang menghijabi antara kita dengan Allah.

Ketika kita melakukan dosa, kita seolah tidak bisa melihat cahaya Allah, karena dosa yang berkarat itu telah menutup cahaya itu untuk masuk.

Maka berhati-hatilah dengan dosa kecil. Karena jika ia dibiarkan, maka ia akan bersarang dan menjadi virus yang mematikan hati kita. wallahu a`lam Bisshowab. Semoga bermanfa`at.

http://liaabi.multiply.com/

Facebook Chatting Tanpa Facebook

Facebook menjadi semakin digandrungi oleh semua orang. Design yang minimalis dan cepat menjadi daya tarik tersendiri sebagai social networking application. Ada salah satu fitur yang mungkin semua orang menggunakannya adalah fasilitas chating. Chating via facebook awalnya dilakukan melalui halaman facebook. Tapi sekarang sudah dapat dilakukan tanpa melalui halaman facebook.

Di sini kita menggunakan aplikasi yang harus di instal di komputer terlebih dahulu. Dapat di unduh di sini

Silakan di install dan jalankan chating dengan teman2 di facebook dari luar facebook


*Proses Login


*Chatting

Salah Satu Sisi Jakarta

Nilai Teknologi Informasi Bagi Aktifitas Bisnis

Organisasi yang akan memutuskan untuk menggunakan sistem dan teknologi tertentu dalam operasi bisnis, sangat dianjurkan untuk meneliti terlebih dahulu sistem yang akan digunakan.

Pertama, menilai aliran informasi bisnis. Apakah suatu bisnis mempunyai aliran informasi yang memungkinkan organisasi bisnis tersebut menjawab pertanyaan berat tentang apa yang pada bisnis proses perusahaan.

Apa sebenarnya yang merupakan faktor kompetitif? Apakah sistem informasi memudahkan organisasi untuk mendapatkan data internal perusahaan atau membantu pemecahan permasalahan? Apakah data penting dalam perusahaan hanya dapat digunakan sekali saja pada saat dibutuhkan atau dapat diakses oleh pekerja berpengetahuan (knowledge worker) yang dimiliki tiap saat? Apakah sistem informasi menyediakan data untuk menjawab permasalahan proyek?

Kedua, berkaitan dengan perdagangan (pengadaan). Banyak perusahaan telah beralih ke perdagangan elektronik (e-commerce) akibat adanya Internet. Dalam menghadapi e-commerce ini, maka sistem informasi operasi bisnis dituntut untuk mampu menyediakan jawaban atas permasalahan berikut ini.

Apakah tim manajemen organisasi telah terbiasa dengan Internet dan telah menyiapkan suatu visi bisnis dalam menghadapi perubahan lingkungan dan budaya akibat Internet tersebut? Apakah tim dalam organisasi telah bekerja secara teknis untuk mewujudkan visi tersebut? Apakah organisasi bisnis telah memulai berhubungan dengan pelanggan melalui Internet? Apakah organisasi bisnis telah menyadari pentingnya sistem digital dan peralatan apa yang dibutuhkan jika sebagian besar pelanggan memilih berhubungan melalui Web daripada dengan cara tradisional? Apakah sistem digital organisasi mampu membantu organisasi bekerja dengan para pekerja profesional seperti vendor dan auditor publik yang merupakan “orang-orang diluar organisasi bisnis”.

Apakah organisasi bisnis telah menggunakan data digital untuk meraih proses turn around secara lebih cepat, dengan kualitas yang lebih baik, dan harga yang lebih rendah? Apakah organisasi telah berhubungan secara eletronik dengan manufaktur, pemasok, bagian penjualan, dan fungsi bisnis lainnya sehingga proses perencanaan dapat diperpendek?

Ketiga, adalah mengelola pengetahuan (managing knowledge) sebagai langkah strategik operasi bisnis. Sistem informasi yang baik adalah yang memampukan organisasi untuk mendapatkan kabar buruk dalam organisasi bisnis dan segera memberitahukannya kepada pihak-pihak yang terkait untuk segera mencari solusi permasalahan tersebut.

Dalam melakukan penilaian sistem informasi strategik, maka apakah sistem digital organisasi mampu menciptakan tim maya (virtual team) diantara departemen pada lokasi terpisah? Apakah organisasi bisnis mampu memperoleh dan menganalisis umpan balik kontraktor / konsultan secara elektronik untuk mencari tahu perbaikan-perbaikan apa yang diinginkan? Apakah sistem digital yang dibangun mampu secara cepat mengalirkan umpan balik yang biasanya berupa keluhan- kepada pekerja berpengetahuan didalam organisasi yang mampu menyelesaikan permasalahan tersebut? Apakah manajer mampu melakukan analisis pembelian produk atau jasa dengan baik dan menggunakan hasilnya untuk melakukan berbagai analisis. Dapatkah organisasi menentukan kelompok mana yang paling menguntungkan menurut pendapatan, umur, lokasi geografis, atau faktor demografis lainnya?

Keempat, mengintegrasikan sistem informasi dengan operasi bisnis. Sistem informasi yang terintegrasi tersebut harus mampu menjawab pertanyaan berikut ini. Apakah pekerja garda depan organisasi mampu mendapatkan data bisnis secara real time sehingga mereka mampu memperbaiki kualitas produk atau jasa yang dihasilkan? Dapatkah organisasi mengintegrasikan sistem material dengan sistem-sistem lain dalam perusahaan, misalnya untuk mengalirkan data dari proses operasional yang mengendalikan persediaan (inventory control) atau mengkoordinasikan operasional dengan penjualan? Dapatkah organisasi membangun suatu proses besar dari beberapa proses kecil dan menghubungkan proses-proses tersebut untuk menciptakan suatu sistem yang efisien? Apakah organisasi menggunakan aliran informasi digital untuk mempermudah keseluruhan proses dari awal hingga akhir?

Konsep Operasi Terkomputerisasi

Saat ini pencurian dan penyerangan data – data penting perusahaan telah menjadi permasalahan serius. Perusahaan dituntut untuk senantiasa bertanggung jawab atas manajemen data yang dimiliki oleh setiap individu. Pengambilan data secara ilegal saat ini tidak saja dilakukan oleh pihak eksternal namun juga dilakukan oleh pihak internal. Untuk mencegah kejadian tersebut, diperlukan solusi yang tidak sekedar mengedukasi moralitas setiap individu perusahaan. Diperlukan pula operasi berbasis server yang mampu mengurangi biaya operasional pengelolaan jaringan, mampu mengurangi beban manajemen melalui sistem manajemen terpusat sehingga terwujud sebuah standar operasional dan keamanan yang solid serta aman.

Sudah saatnya perusahaan mulai melangkahkan kaki untuk menggunakan konsep ini. Aplikasi yang menggunakan sistem berbasis client server mulai ditinggalkan. Sistem telah beralih menuju konsep web based. Konsep ini telah didengungkan sejak awal tahun 1990-an saat jaringan dan internet belum memiliki peranan yang penting. Dengan web based berarti aplikasi telah menggunakan server yang bertugas memberikan layanan kepada user untuk mengakses aplikasi yang di-load di dalamnya. Dan user juga tidak perlu tahu dimana aplikasi tersebut dijalankan.

Banyak pihak yang masih memiliki kebiasaan menyimpan data penting ke dalam server ataupun komputer personal internal perusahaan. Optimalisasi proteksi data tidak dilakukan dengan baik sehingga mudah sekali dipindahkan ke dalam CD atau media penyimpanan lainnya, yang kemudian bisa digandakan secara ilegal tanpa sepengetahuan pihak internal perusahaan. Solusi terbaik adalah harus memungkinkan setiap individu di perusahaan memiliki kewenangan untuk tetap dapat mengakses data dari komputer mereka namun tidak dapat mengambil, menyimpan dan mencetak dalam bentuk file.

 Menggunakan sistem operasi berbasis server menjadi upaya dalam membangun sistem keamanan. Sistem kerja operasi berbasis server adalah memindahkan jaringan yang dioperasikan pada PC ke server untuk dioperasikan di server. Sistem tersebut menjadikan user mampu mengontrol penggunaan operasi pada server serta mampu menjalankan manajemen terpusat terhadap penggunaan operasi server sehingga beban manajemen dapat terkurangi. Antara PC dan server hanya terjadi penggantian layar, cukup “klik” mouse, maka data akan terkirim melalui jaringan. Dengan sistem ini, pengguna PC tetap dapat mengakses data kendati data hanya tersimpan di server dan tidak tersimpan di PC user. Artinya pengguna tetap tidak dapat memiliki data tersebut sehingga resiko yang ditimbulkan oleh pencurian data dapat dihindari.

Perencanaan Perusahaan

Proses Perencanaan

Beberapa pendekatan dalam proses pembuatan suatu rencana perusahan dapat dikategorikan ke dalam beberapa alternatif :

1. Pendekatan atas bawah (Top Down)

Pendekatan ini dilakukan oleh pimpinan perusahaan (organisasi ). Untuk organisasi di bawahnya hanya melaksanakan apa saja yang yang telah direncanakan. Untuk perusahaan yang menganut penyebaran kewenangan (desentralisasi), pimpinan puncak memberikan pengarahan dan petunjuk kepada pimpinan cabang atau sejenisnya agar menyusun rencana yang nantinya akan ditinjau dan dikoreksi oleh pimpinan puncak sebelum disetujui dan direalisasikan.

2. Pendekatan bawah atas (Down Top)

Pendekatan inin dilakukan pimpinan puncak dengan memberikan gambaran situasi dan kondisi mengenai misi, tujuan, sasaran dan sumber daya yang dimiliki organisasi untuk kemudian memberikan kewenangan kepada manajemen tingkat bawah untuk menyusun rencana.

3. Pendekatan campuran

Melalui pendekatan ini pimpinan memberikan petunjuk perencanaan organisasi secara garis besar, sedangkan rencana detailnya diserahkan kepada kreatifitas unit perusahaan dengan tetap mematuhi peraturan yang ada.

4. Pendekatan kelompok

Melalui pendekatan ini, perencanaan perusahan dibuat oleh tenaga ahli perusahaan. Biasanya dibentuk suatu biro khusus yang melakukannya.

Fungsi Perencanaan

Produk dari perencanaan adalah rencana atau rencana – rencana. Rencana sangat bermanfaat bagi perusahaan. Terdapat 6 fungsi utama rencana atau perencanaan manajemen suatu perusahaan.

1. Penerjemah kebijakan umum

Kebijakan umum perusahaan memerlukan suatu tahap penterjemahan agar menjadi lebih konkret, jelas, komprehensif, dan bertahap.

2. Perkiraan yang bersifat ramalan

Perencanaa berhubungan dengan masa depan bukan ke masa lalu. Masa depan harus ramalkan dengan analisis ilmiah serta didasarkan fakta dan data masa lalu hingga sekarang.

3. Berfungsi ekonomi

Karena sumber daya yang terbatas, penggunaan sumber daya pelu diperhitungkan secara matang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

4. Memastikan suatu kegiatan

Agar pencapaian tujuan dapat dilaksanakan dengan baik perlu disusun rencana yang mengatur kewajiban dan hal, tugas dan wewenang mereka.

5. Alat koordinasi

Membuat koordinasi dalam kegiatan fungsi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dengan rencana kerja. Dengan alat ini setiap orang mengetahui tugas, tanggung jawab, bagaimana kaitan pekerjaannya, kapan dan bagaimana suatu pekerjaan dilakukan.

6. Sarana pengawasan

Untuk diketahui oleh manager apakah suatu kegiatan telah berjalan pada rule-nya, mengukur apakah realisasi telah sesuai atau belum. Pengawasan dan pengendalian disesuaikan dengan rencana yang telah dibuat.

Pemilu 2009

Seteleh selesai Pemilu Caleg 2009, banyak caleg yang gagal jadi bertingkah aneh. Sistem pemilihan kita yang aneh. Terlalu banyak partai bingung milihnya dan ujung2nya koalisi. Di Indonesia, jadi anggota legeslatif dulu baru kaya (mungkin kah korupsi…..??? ) bukannya kaya dulu baru jadi anggota legeslatif (gak bakal korupsi karena udah bebas secara finansial). Pengeluaran dana kampanye yang kali ini (tahun 2009) mencapai hampir 1 trilliun, benarkah efektif menjadi cara tuk mencari yang terbaik untuk negeri ini ?

Parpol Kucurkan Rp 976 Miliar untuk Beriklan
Golkar tercatat sebagai pengguna iklan terbanyak, Mengeluarkan duit Rp 277,292 miliar.
Rabu, 29 April 2009, 11:38 WIB
 

Apakah ini permainan di tingkat top goverment seperti pembelian CR7 dari Manchester United ke real madrid ?         Kita doakan saja pengeluaran yang sedemikian besar ada manfaatnya.

Jangan Meniru Kutu Anjing

Siang ini saya tertegun di meja kerja memikirkan banyaknya “hutang” pekerjaan yang wajib saya selesaikan minggu ini. Sementara sebuah pesan masuk ke ponsel saya, dari teman kerja saat kuliah di Medan dahulu, isinya sebuah masalah yang harus saya bantu menyelesaikannya. Diam-diam saya mengeluh dalam hati atas ketidakberdayaan saya mengelola waktu dengan baik.

Pikiran saya melayang teringat nasehat sahabat saya, menasehati saya lewat sebuah cerita menarik tentang perilaku kutu anjing atau biasa juga disebut kutu loncat. Kutu anjing adalah binatang yang mampu melompat 300 kali tinggi tubuhnya.

“Coba kamu pikirkan, apa yang terjadi bila kutu loncat dimasukan ke dalam sebuah kotak korek api kosong lalu dibiarkan disana selama satu hingga dua minggu,” ujar Lukmin.
Hasilnya, kutu itu sekarang hanya mampu melompat setinggi kotak korek api saja!
Kemampuannya melompat 300 kali tinggi tubuhnya tiba-tiba hilang.

Itu yang terjadi kawan. Ketika kutu itu berada di dalam kotak korek api ia mencoba melompat tinggi. Tapi ia terbentur dinding kotak korek api. Ia mencoba lagi dan terbentur lagi. Terus saja begitu sehingga ia mulai ragu akan kemampuannya sendiri.

Ia mulai berpikir, “Sepertinya kemampuan saya melompat memang hanya segini.”
Kemudian loncatannya disesuaikan dengan tinggi kotak korek api. Aman. Dia tidak lagi membentur dinding kotak korek api. Saat itulah dia menjadi sangat yakin, “Nah benar kan ? Kemampuan saya memang cuma segini. Inilah saya!”

Ketika kutu itu sudah dikeluarkan dari kotak korek api, dia masih terus merasa bahwa batas kemampuan lompatnya hanya setinggi kotak korek api. Sang kutu pun hidup seperti itu hingga akhir hayat. Kemampuan yang sesungguhnya, mampu melompat 300 kali ukuran tubuhnya, tidak lagi tampak. Kehidupannya telah dibatasi oleh lingkungannya.

Misalnya anda memiliki atasan yang tidak memiliki kepemimpinan memadai. Dia tipe orang yang selalu takut tersaingi bawahannya, sehingga dia sengaja menghambat perkembangan karir kita. Ketika anda mencoba melompat tinggi, dia tidak pernah memuji, bahkan justru tersinggung. Dia adalah contoh kotak korek api yang bisa mengkerdilkan anda.

Teman kerja juga bisa jadi kotak korek api. Coba ingat, ketika dia bicara begini, “Ngapain sih kamu kerja keras seperti itu, kamu nggak bakalan dipromosikan, kok.” Ingat! Mereka adalah kotak korek api. Mereka bisa menghambat perkembangan potensi diri Anda.

Korek api juga bisa mewujud dalam bentuk kondisi tubuh yang kurang sempurna, tingkat pendidikan yang rendah, kemiskinan, usia dan lain sebagainya. Bila semua itu menjadi kotak korek api maka akan menghambat prestasi dan kemampuan anda yang sesungguhnya tidak tercermin dalam aktivitas sehari-hari.
Bila potensi anda yang sesungguhnya ingin muncul, anda harus take action untuk menembus kotak korek api itu. Atau kalau dalam bahasanya Ali bin Abi Thalib, “Kesempatan datang bagai awan berlalu. Pegunakanlah ketika ia nampak di hadapanmu”.

Saya jadi teringat cerita tentang Louis Braille yang buta, andaikan ia menyerah dalam usahanya mengembangkan huruf-huruf yang mudah dipelajari kaum tuna netra, barangkali para tuna netra di seluruh dunia hanya sedikit saja yang bisa membaca. Sejak belia, Braille begitu gigih menciptakan huruf atau metode baca yang cocok untuk mereka yang tidak bisa melihat. Bahkan kini sudah ada Alqur’an Braille.

Atau jika saja Thomas Alva Edison menyerah saat usahanya menciptakan lampu bohlam berulangkali gagal. Kuncinya bagaimana kita menjadi sosok orang yang merdeka, sehingga mampu menembus berbagai keterbatasan